[sunting]Kondisi optimum
[sunting]Fotosintesis
[sunting]Di Indonesia dan Indo Pasifik
TRANSPALASI TRUMBU KARANG
CARA TRANSPALASI TRUMBU KARANG
Latihan fisik harus dibatasi kurang dari 50 menit per hari agar tidak melewati kapasitas jantung.
Setiap dokter pasti akan menganjurkan pasiennya untuk berolahraga sesuai
kemampuan dan proporsi yang cukup, dengan batasan. Penelitian terkini
mengatakan, olahraga sebaiknya tidak dilakukan lebih lama dari 50 menit
per hari.
Seperti kebanyakan hal di dunia ini, olahraga sebaiknya dilakukan
secukupnya, tidak dalam jumlah berlebihan dan tidak kekurangan. Bila
berolahraga lebih dari 50 menit per hari, ada indikasi akan membuat
jantung bekerja berlebihan.
Sebuah studi yang meneliti sekitar 50 ribu orang selama lebih dari 30
tahun menemukan, responden yang gemar berolahraga lari antara 5-20 mil
per minggu adalah yang paling sehat. Berlari dengan jarak lebih dari 20
mil per hari tidak terbukti memberikan manfaat lebih untuk tubuh.
Studi juga tidak menemukan efek lebih pada kesehatan untuk responden
yang berlari lebih cepat dari yang lain. Kesehatan optimal didapat bagi
mereka yang berlari dengan kecepatan nyaman, antara 9,5-11.2 km per jam.
Manfaat paling optimal juga terlihat pada responden yang berlari sekitar
2-5 kali seminggu ketimbang mereka yang berlari setiap hari.
Studi lain di Denmark menemukan, dari 20 ribu partisipan, orang yang
joging lambat menunjukkan manfaat olahraga paling maksimal untuk tubuh.
Ada banyak orang yang bermimpi bisa menyelesaikan marathon panjang, dan
para peneliti tidak ingin mematikan keinginan tersebut. Hanya saja, para
peneliti berpendapat, bila yang dikejar adalah kesehatan tubuh, lebih
baik dilakukan 1-2 kali seumur hidup, tidak perlu dilakukan setiap
tahun.
Demam berdarah (DB) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virusdengue, yang masuk ke peredaran darah manusia
melalui gigitan nyamuk dari genusAedes, misalnya Aedes aegypti atau Aedes albopictus.Terdapat empat jenis virus dengue berbeda, namun
berelasi dekat, yang dapat menyebabkan demam berdarah.Virus dengue merupakan virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Penyakit demam berdarah ditemukan di daerah
tropis dan subtropis di berbagai belahan dunia, terutama di musim hujan yang
lembap.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan
setiap tahunnya terdapat 50-100 juta kasus infeksi virus dengue di seluruh dunia
Penyebab utama penyakit demam berdarah adalah virus dengue, yang merupakan virus dari familiFlaviviridae.Terdapat 4 jenis virus dengue yang diketahui dapat menyebabkan penyakit demam berdarah.Keempat virus tersebut adalah DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Gejala demam berdarah baru muncul saat seseorang yang pernah terinfeksi oleh salah satu dari empat jenis virus dengue mengalami infeksi oleh jenis virus dengue yang berbeda. Sistem imun yang sudah terbentuk di dalam tubuh setelah infeksi pertama justru akan mengakibatkan kemunculan gejala penyakit yang lebih parah saat terinfeksi untuk ke dua kalinya. Seseorang dapat terinfeksi oleh sedikitnya dua jenis virus dengue selama masa hidup, namun jenis virus yang sama hanya dapat menginfeksi satu kali akibat adanya sistem imun tubuh yang terbentuk.
Virus dengue dapat masuk ke tubuh manusia melalui gigitan vetor pembawanya, yaitu nyamuk dari genus Aedes seperti Aedes aegypti betina dan Aedes albopictus. Aedes aegypti adalah vektor yang paling banyak ditemukan menyebabkan penyakit ini. Nyamuk dapat membawa virus dengue setelah menghisap darah orang yang telah terinfeksi virus tersebut. Sesudah masa inkubasi virus di dalam nyamuk selama 8-10 hari, nyamuk yang terinfeksi dapat mentransmisikan virus dengue tersebut ke manusia sehat yang digigitnya. Nyamuk betina juga dapat menyebarkan virus dengue yang dibawanya ke keturunannya melalui telur (transovarial).Beberapa penelitian menunjukkan bahwa monyet juga dapat terjangkit oleh virus dengue, serta dapat pula berperan sebagai sumber infeksi bagi monyet lainnya bila digigit oleh vektor nyamuk
Penyakit demam berdarah didiagnosis dengan melihat gejala yang muncul, seperti demam tinggi dan munculnya ruam.. Namun, karena gejala penyakit demam berdarah kadangkala sulit dibedakan dengan penyakit malaria, leptospirosis, maupun demam tifoid maka biasanya pekerja medis atau dokter akan terlebih dahulu mengecek sejarah kesehatan dan perjalanan pasien untuk mencari informasi kemungkinan pasien tergigit nyamuk. Selain itu untuk mendapatkan ketepatan diagnosis yang lebih tinggi umumnya dilakukan berbagai uji laboratorium. Beberapa tes yang biasanya dilakukan adalah studi serologi untuk mengetahui ada tidaknya antibodi terhadap virus dengue di tubuh pasien, menghitung titer antibodi terhadap virus dengue, dan penghitungan sel darah lengkap (sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit). Selain itu, uji laboratorium lain yang dapat dilakukan adalah uji inhibisi hemaglutinasi, uji ELISA, dan reaksi berantai polimerase reverse transcriptase untuk mendeteksi antigen, antibodi, atau asam nukleat spesifik terhadap virus dengue. Uji-uji tersebut dapat memakan waktu beberapa hari.
Hingga kini, belum ada vaksin atau obat antivirus bagi penyakit ini. Tindakan paling efektif untuk menekan epidemi demam berdarah adalah dengan mengontrol keberadaan dan sedapat mungkin menghindari vektor nyamuk pembawa virus dengue. Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat, yaitu:
Sampai saat ini belum ada obat spesifik bagi penderita demam berdarah. Banyak orang yang sembuh dari penyakit ini dalam jangka waktu 2 minggu. Tindakan pengobatan yang umum dilakukan pada pasien demam berdarah yang tidak terlalu parah adalah pemberian cairan tubuh (lewat minuman atau elektrolit) untuk mencegah dehidrasi akibat demam dan muntah, konsumsi obat yang mengandung acetaminofen (misalnya tilenol) untuk mengurangi nyeri dan menurunkan demam serta banyak istirahat. Aspirin dan obat anti peradangan nonsteroidal seperti ibuprofen dan sodium naproxen justru dapat meningkatkan risiko pendarahan. Bagi pasien dengan demam berdarah yang lebih parah, akan sangat disarankan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit, pemberian infus dan elektrolit untuk mengganti cairan tubuh, serta transfusi darah akibat pendarahan yang terjadi.